Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan
Sahabat Alquran
Jumat, 04 Desember 2020
Sakit Adalah Nikmat Atau Musibah
Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan
Rabu, 02 Desember 2020
Benarkah Gunung Merapi Bisa Berjalan?
Pasak Bumi
Gunung-gunung berjalan
Selasa, 01 Desember 2020
Membaca Jendela Ilmu
Iqra'
Iqra' bismillah rabbika al-ladzi kholaq!
"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menjadikan! "
Adalah ayat pertama sekaligus perintah pertama yang turun kepada Baginda Nabi Muhammad Saw.
Bacalah!, ayat ini beserta 4 ayat berikutnya mengetengahkan tentang perintah membaca.
Ayat ini turun diawali dengan peristiwa di gua Hira ketika Nabi didatangi malaikat Jibril saat melakukan tahannuts (berdiam diri untuk beribadah) dan memerintahkannya untuk membaca.
Meskipun Nabi Saw menjawab bahwa beliau tidak bisa membaca sebagai seorang yang ummi ( buta huruf) namun malaikat Jibril tetap memerintahkannya untuk membaca sampai ketiga kali, kemudian malaikat Jibril membacakan 5 ayat pertama surat al-alaq dan Nabi mengikuti bacaannya.
Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Manfaat membaca
Apa pelajaran yang terkandung dalam kisah di atas?
Pertama, Pertama kali Nabi Saw mendapat wahyu adalah berisi perintah membaca padahal saat itu beliau sama sekali tidak bisa membaca.
Nah, hal ini menunjukkan pentingnya baca tulis dalam kehidupan manusia.
Ketidakbisaan Nabi Saw membaca dan menulis memang memiliki hikmah tersendiri terhadap pembuktian kebenaran risalah yang dibawa. Dengan beliau tidak bisa membaca maka telah meruntuhkan tuduhan musuh-musuhnya bahwa beliau mempelajari agama Islam dari kitab-kitab samawi terdahulu.
Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).
Jadi, perintah malaikat Jibril untuk membaca tidaklah merendahkan kedudukan Nabi Saw sebagai makhluk paling mulia. Karena keadaan beliau yang ummi tidak mengurangi sedikitpun kecerdasan beliau sebagai seorang Nabi. Kecerdasan adalah satu syarat di miliki oleh seorang nabi. Dan kecerdasan Rasulullah Saw tak tertandingi dan telah terbukti dalam kisah perjuangan beliau menyampaikan ajaran Islam.
Diulang-ulangnya perintah membaca sebatas mengajarkan manusia tentang pentingnya pendidikan, baca tulis, eksplorasi Ilmu pengetahuan yang hakikatnya terkait dengan eksplorasi kekuasaan dan keagungan Tuhan.
Kedua, membaca adalah jendela ilmu. Berbagai ilmu pengetahuan dapat diperoleh dengan membaca. Semakin banyak membaca semakin banyak ilmu yang didapat.
Peribahasa yang lain mengatakan kalau membaca adalah jendela dunia. Meskipun kita tak dapat menjangkau perjalanan seluruh dunia namun dengan membaca kita bisa tahu apa yang terjadi di ujung dunia bahkan di luar angkasa sekalipun.
Al-Quran menuntun manusia untuk menjadi makhluk yang cerdas yang bisa memfungsikan kecerdasannya untuk kemaslahatan kehidupan di dunia, bisa mengolah dan mengelola kekayaan bumi yang ditempatinya sebagai pengemban tugas khalifah, wakil Allah di muka bumi.
Ketiga, Al-quran sebagai kalamullah atau firman Allah Swt tidak hanya berisi pesan-pesan dan wahyu namun juga berfungsi sebagai sumber ilmu pengetahuan yang harus dibaca dan dipelajari.
Bahkan Allah sangat mengapresiasi kegiatan membaca yang dilakukan oleh orang-orang beriman untuk mengeksplorasi pengetahuan dan ajaran agama.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.
Aktifitas membaca adalah kegiatan yang sangat bermanfaat bagi manusia. Kegiatan membaca tidak hanya memberi pengetahuan tapi mampu mengarahkan manusia pada pola pikir dan gaya hidup yang lebih baik.
Semakin banyak membaca berarti semakin banyak memahami, semakin banyak membaca akan mendorong manusia untuk beraksi dan mengamalkan.
Karena itu manusia diperintahkan untuk banyak-banyak membaca Al-Quran. Semakin banyak ia membaca Al-Quran maka akan menumbuhkan kecintaan, penahaman dan menghasilkan pengamalan yang berbuah syafaat di hari kiamat.
اقرؤوا القرآن فإنه يأتى يوم القيامة شفيعاً لأصحابه
Bacalah alquran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi yang membacanya
Keempat, membaca seyogyanya diawali dengan menyebut nama Allah Yang Maha Esa.
Sebagaimana dalam surat al-alaq ayat 1-5, dijelaskan bahwa Allahlah yang menciptakan manusia dan mengajarkan pengetahuan lewat media baca tulis. Mengajarkan hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya.
Karena itu sudah sepatutnya kegiatan membaca diawali dengan menyebut nama-Nya. Kegiatan membaca dilandasi dengan niat ibadah, dan hasil pengetahuan yang didapatkan dari kegiatan membaca adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan bukan untuk kejahatan dan pengrusakan.
Membaca tidak hanya sekedar membaca. Tapi materi yang dibaca haruslah yang baik-baik sesuai dengan filosofi dalam penyebutan nama Allah.
Kelima, salah satu manfaat membaca adalah mengasah kecerdasan dan mencegah kepikunan.
Semakin kecerdasan itu di asah maka kecerdasan akan semakin bertambah.
Otak terdiri dari jutaan sel-sel yang saling terhubung. Kegiatan membaca akan memberikan stimulasi pada otak sehingga sel-selnya terhubung secara aktif dan bekerja dengan baik.
Karena itu banyak membaca akan berpengaruh pada meningkatnya daya ingat, konsentrasi dan kemampuan analisa.
Selain itu manfaat lain dari membaca adalah mencegah kepikunan atau di sebut dengan penyakit Alzheimer.
Penyakit Alzheimer biasanya menyerang pada orang yang sudah lanjut usia, tetapi di kasus-kasus langka ternyata juga bisa menyerang orang yang masih muda.
Dalam dunia kedokteran disebutkan bahwa penyakit Alzheimer adalah penyakit progresif yang menghancurkan memori dan fungsi mental lainnya dengan menurunkan koneksi sel otak secara signifikan.
Jadi, dari ulasan di atas dapat diketahui kalau manfaat membaca itu banyak sekali ya. Bukan hanya dari segi kecerdasan dan menambah wawasan saja tapi juga bermanfaat bagi kesehatan.
Pantaslah bila Al-Quran memerintahkan manusia untuk membaca bahkan di wahyu pertama.
Yuk membaca........
Senin, 30 November 2020
Ayo Menjadi Muslim Yang Produktif
Ayo bekerja!
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.
Jangan malas!
Sabtu, 28 November 2020
JANGAN MELIHAT BUKU DARI COVERNYA
Jangan menilai buku dari covernya!
Sepertinya ini adalah salah satu peribahasa yang unik dan relevan dengan keadaan masyarakat kita sekarang ini yang kebanyakan masih suka menilai orang dari penampilannya.
Karena sering kali penilaian yang hanya berdasarkan penampilan itu salah, dan termasuk suudzon atau berprasangka buruk.
Ada pengalaman pribadi penulis yang memberi pelajaran tentang hal tersebut.
Tahun 2012 silam saat penulis beserta keluarga kecil balik mudik dari Jawa Timur ke Bekasi Jawa Barat. Kami singgah di sebuah masjid di Yogyakarta saat dini hari untuk beristirahat dan menghilangkan penat.
Masjid itu terletak di sebelah kiri jalan raya. Agak jauh di sisi jalan terdapat barisan ruko yang sudah tutup. Suasananya gelap gulita. Namun disebelah deretan ruko tersebut nampak ada satu bangunan temaram oleh lampu kelap-kelip berwarna-warni.
Terdengar alunan suara musik pop yang memecah kesunyian dari sana.
Sesekali ada beberapa pria keluar masuk. Namun yang menjadi perhatian kami saat mengamati suasana sekitar dari dalam mobil adalah keluarnya pasangan laki-laki dan perempuan berpakaian terbuka dengan bermesraan.
Meskipun jaraknya agak jauh namun nampak jelas karena cahaya bulan yang sesekali muncul. Karena itu kami berkesimpulan kalau tempat itu adalah tempat karaoke atau bar.
Karena pak supir terlampau capek maka kami putuskan untuk memasuki gerbang masjid.
Masjid itu lumayan agak luas dengan beberapa pohon di depannya
Ternyata di sisi sebelah masjid ada sekerumunan anak muda yang sebagian nongkrong di sepeda motornya. Mereka asik mengobrol sambil menghisap rokok. Rata-rata pakaian mereka khas anak muda jalanan dengan kaos pendek dan celana pendek atau celana jeans berlubang bagian lututnya.
Saat turun dari mobil rasanya kurang nyaman berada di masjid itu. Kami diperhatikan oleh mereka.
Entah itu anak-anak jalanan atau remaja masjid. Tapi kalau melihat pakaiannya setiap orang pasti berpikir mereka adalah berandalan yang kebetulan nongkrong di masjid. Lalu ke mana penjaga masjidnya?.
Karena ingin ke kamar mandi yang terletak di ujung masjid pas di belakang anak-anak muda itu berkerumun penulispun memberanikan diri bertanya.
Dan tak disangka ternyata mereka menjawab dengan sopan. Bahkan setelah selesai dari kamar mandi salah satu dari mereka menghidupkan lampu satu sisi masjid, menggelarkan tikar serta mempersilahkan kami untuk istirahat.
Setelah dikonfirmasi ternyata mereka adalah remaja sekitar yang berjaga agar masjid tidak dimasuki orang-orang mabuk dari seberang jalan.
Itulah sekelumit pengalaman yang mengajarkan bahwa kadang kenyataan tak sesuai dengan yang terlihat, isi tak sesuai penampilan luarnya.
Pengalaman lain datang saat penulis mengantarkan pesanan baju sambil mendorong kereta adik bayi yang masih berumur sekitar 5 bulan ke rumah seorang tetangga yang sangat agamis dari segi penampilan.
Setelah mengucapkan salam di depan rumah ternyata yang keluar adalah seorang laki-laki. Namun bukannya menjawab salam tapi dengan kasar dan muka masam ia menanyakan ada apa.
Tentu bagi seorang ibu-ibu yang bertamu baik-baik untuk keperluan mengantar pesanan sambil menggendong seorang bayi ini kurang mengenakkan.
Alangkah baiknya jika salam dijawab dan ditanya keperluannya dengan sopan. Karena di komplek perumahan yang di jaga satpam selama 24 jam yang bisa bertamu pastilah hanya tetangga atau orang yang telah diverifikasi.
Pengalaman lainnya datang dari beberapa tetangga yang juga mengisahkan hal-hal tak terduga.
Pada bulan Ramadhan seorang tetangga laki-laki sedang bepergian dan pulang menjelang maghrib. Di tengah jalan tiba-tiba hujan deras turun dan memaksanya harus berteduh bersama beberapa musafir yang kehujanan di sebuah masjid.
Ternyata di masjid tersebut sedang diadakan acara buka bersama. Sekelompok orang laki-laki dan perempuan berpakaian muslim-muslimah dengan penampilan sangat baik dan religius lalu lalang, berkumpul dan bersiap-siap menyiapkan menu berbuka.
Saat azan maghrib berkumandang ia mengira akan mendapatkan setidaknya segelas air mineral untuk berbuka bersama para musafir lainnya yang berteduh dari hujan.
Namun sayangnya tak ada sapaan atau bahkan air untuk berbuka dari para jamaah masjidnya sampai sholat maghrib usai.
Para musafir hanya menyaksikan jamaah masjid tersebut berbuka puasa dengan berbagai makanan dan minuman tanpa ada yang menghiraukan dan menawarkan.
Miris, pada bulan Ramadhan seteguk air untuk orang yang berpuasa itu sangat besar pahalanya. Sapaan salam dan keramahan bagi pengunjung yang ikut sholat berjamaah akan sangat besar artinya.
Ternyata ada kabar dari orang-orang sekitar bahwa masjid tersebut memang didominasi oleh satu kelompok tertentu. Mereka kurang berkenan jika ada pengunjung yang tak sepaham atau beda penampilan.
Nah, pengalaman yang lain datang dari tetangga perempuan yang marah-marah karena dilarang untuk sholat maghrib di sana saat singgah dari pulang kantor. Sebabnya adalah karena ia tidak berkerudung meskipun memakai pakaian sopan. Yang boleh sholat di masjid itu hanya wanita-wanita yang sudah berpakaian syari menurut mereka.
Nah, lo kesan pengalaman-pengalaman di atas bertolak belakang ya.
Orang yang penampilannya kurang baik bisa jadi berhati baik dan berakhlak mulia.
Orang yang penampilannya sangat baik bisa jadi tidak ramah dan kurang menghargai sesama muslim lainnya.
Allah berfirman dalam al-hajj:37:
لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.
Dari ayat di atas kita pelajari bahwa ketakwaan dalam hati itu lebih bernilai dan menentukan di sisi Allah dari segala hal yang bersifat materi.
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(Al-hujurat:13)
Takwa dan akhlak mulia
Ketakwaan dalam hati adalah kunci memperoleh kemuliaan di sisi Allah. Dan ketakwaan tidaklah tercermin dari penampilan luar. Karena ketakwaan itu ada dalam hati, dan hanya diketahui oleh Allah Swt.
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian. (HR. Muslim)
Ketakwaan memang tak terlihat namun ia bisa terpancar dari tingkah laku seorang muslim, semakin tinggi imannya semakin baik pula akhlaknya.
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِ.
Kaum Mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka, dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada isteri-isterinya.
So, penampilan dan pakaian bukanlah tolok ukur ketakwaan pada Allah. Jadi tidaklah bijak jika kita menilai seseorang dari dua hal tersebut. Apalagi menganggap bahwa nilai kita di sisi Allah lebih baik dari orang lain.
Ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari uraian ayat dan hadits di atas:
1. Tidak boleh menilai orang lain dari penampilan luarnya karena kalau tidak benar maka bisa jatuh pada perbuatan suudzon.
2. Ketakwaan tidak ditentukan oleh penampilan luar. Seperti cover sebuah buku, ia tidak menentukan kualitas buku.
3. Ketakwaan dicerminkan oleh akhlak yang mulia.
4. Tidak boleh merasa lebih baik dari muslim lainnya.
5. Pakaian dan penampilan memang bukan tolok ukur ketakwaan. Tapi pakaian dan penampilan yang baik digunakan semata untuk menjalankan perintah agama, sebagai bagian dari syiar, sebagai jembatan menuju proses menjalankan agama dengan lebih baik.
6. Akhlak dan pnampilan yang baik adalah sama- sama penting. Yang penampilannya sudah baik dan sesuai syar'i seyogyanya harus tetap mengedepankan akhlak sebagai hal yang paling utama.
Dan yang belum berpenampilan baik harus belajar memperbaiki penampilannya untuk menyempurnakan kewajiban dan syiar agama.
So, demikian ulasan mengenai artikel jangan melihat buku dari covernya. Semoga bermanfaat....
SIMFONI DZIKIR DAN TAFAKUR LUHUR
Tafakur
Simfoni indera dan hati
Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.
Hati adalah kunci aktivitas tafakur.
Simfoni dzikir dan tafakur
Kamis, 26 November 2020
DAHSYATNYA DZIKIR MENGINGAT ALLAH
Dzikir penyambung hati dengan Sang Pencipta
Dzikir menangkal godaan setan
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala
Dzikir obat gundah gulana
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Dzikir pembawa ketentraman
Dzikir pembawa rezeki
Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (At-thalaq : 2-3)
Dzikir berbuah husnul khatimah
Mendapat tempat istimewa di sisi Allah
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (Al-baqarah : 152)
Apa saja bacaan-bacaan dzikir itu?
Sakit Adalah Nikmat Atau Musibah
Sakit adalah hal manusiawi. Ia merupakan pertanda bahwa kita masih hidup dan mempunyai fisik. Yang namanya sakit tak ada yang enak. Mau ...
-
Jangan menilai buku dari covernya! Sepertinya ini adalah salah satu peribahasa yang unik dan relevan dengan keadaan masyarakat kita sekaran...







