Senin, 30 November 2020

Ayo Menjadi Muslim Yang Produktif



Apa itu produktif? 

Produktif adalah kata sifat dari produksi, artinya mampu menghasilkan. Jadi orang yang produktif adalah orang yang menghasilkan karya, menghasilkan keuntungan atau memberi manfaat bagi orang lain. 

Produktivitas itu terbentuk dari kemauan, dan akan berkembang dengan usaha, belajar dan kerja keras. 

Kemauan juga tidak tumbuh begitu saja tapi harus ada dorongan yang menggerakkan baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar. 

Dorongan dari dalam diri sendiri contohnya seperti ingin mengubah nasib, menjadi orang yang lebih baik atau ingin bermanfaat dan membahagiakan orang lain. 
Dorongan dari luar contohnya terinspirasi dari orang lain, mendapat motivasi dari orang lain atau dari ajaran agama. 

Islam mendorong manusia untuk hidup produktif dan bermanfaat. 

فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ  وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Surat al-insyirah ayat 7-8 mengajarkan manusia untuk menjauhi sikap malas. Mereka dituntun untuk memanfaatkan waktu yang diberikan dan mengisinya dengan hal-hal bermanfaat. 

Coba kita perhatikan, setelah melakukan satu urusan manusia didorong untuk melakukan hal lain tanpa bermalas-malasan. 

Karena sikap malas akan melenyapkan berbagai kesempatan. Menyia-nyiakan waktu akan mengakibatkan ketertinggalan dalam berbagai aspek. 


Ayo bekerja! 



Manusia diberi kemampuan untuk melakukan banyak hal, diberikan energi dan kreatifitas untuk menciptakan karya-karya besar yang memajukan kehidupan mereka. 

Manusia diberi karunia berupa akal yang  kecerdasannya terus berkembang dari waktu ke waktu sehingga berhasil membangun peradaban maju dengan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir hingga sekarang. 

Orang-orang yang cerdas dan pekerja keras akan selalu mengeksplorasi kemampuan dan kecerdasan mereka tanpa batas waktu dan usia. 

Di negara-negara maju, semakin tua usia seseorang maka ia akan semakin matang, kreatif dan produktif. 

Masa muda digunakan untuk bekerja keras, masa tua juga digunakan untuk menikmati kesuksesan dengan melanjutkan kerja keras bukan berleha-leha atau beristirahat. 

Hal ini senada dengan kata Al-Quran surat at-taubah ayat 105:

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

Mari kita tengok negara maju yang berkembang pesat saat ini. Salah satunya adalah negara china yang melaju cepat menjadi negara adidaya baru berkat kegigihan dan kerja keras masyarakatnya. 

Mereka mulai mewujudkan mimpi dan cita-cita mereka "everything is made in China by 2025" dengan tak henti berkreasi dan berinovasi. 

Coba lihat barang-barang yang kita gunakan dan kita beli selama ini. Hampir semua  berlabel "Made in China". Label ini kita temui di mana-mana, di berbagai jenis barang dengan kualitas bagus dan harga murah. 

Saat masyarakat China ditanyakan tentang kunci kesuksesan mereka dalam membangun perekonomian raksasa yang telah menguasai pasar dunia. Mereka hanya berkata " kami lebih cepat dan kami lebih bekerja keras". 

Mereka terus mengembangkan kemampuan di segala bidang, dan hasil pencapaian memang tak pernah mengkhianati usaha dan kerja keras yang sudah dilakukan. 

Nah, bangsa China di sini hanyalah sekedar contoh bagaimana negara berkembang ataupun seseorang dapat memperoleh keberhasilan lewat kreativitas, produktivitas dan kerja keras. 

Yang diraih oleh orang-orang sukses adalah buah kerja keras yang melampaui orang-orang lainnya. Mereka bergerak cepat mengambil kesempatan, mengalahkan rasa malas, tak gampang patah atau menyerah, mengerahkan seluruh kemampuan dan tak banyak bersantai. 

Dalam at-taubah 105 Allah menggugah umat Islam untuk bergerak maju mengejar ketertinggalan, bangkit dari keterpurukan dan memupuk harapan. Karena sebuah kesuksesan itu diawali dan disertai harapan. 

Kita tak perlu malu untuk meniru umat yang lain. Karena bagi orang beriman setiap langkah dan kerja kerasnya bernilai ibadah dan kelak akan mendapat balasan. 

Kerja keras dalam belajar, berkarya, berinovasi, membangun perekonomian skala kecil atau skala besar, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan, melestarikan lingkungan, melayani masyarakat dan lain-lain haruslah dilandasi dengan ketakwaan dan keikhlasan kepada Allah. 

Karena Allah Swt akan menilai dan membalas segala kerja keras kita di dunia sesuai dengan niat dan keikhlasan kita seperti diingatkan dalam ayat di atas. 


Jangan malas! 



Nabi Saw mengingatkan dalam hadits berikut tentang pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya karena tiap detik waktu yang kita lewati itu tak akan kembali. 


اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara; waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, masa hidupmu sebelum datang matimu.

Terlalu banyak bersantai dan bermalas-malasan adalah penyebab kegagalan terbesar dalam banyak hal. 

Dengan kata lain malas bekerja dan malas beribadah itu sumber kegagalanseorang muslim di dunia maupun kegagalan di akhirat. 

Hal ini ditegaskan kembali dalam surat al-ashr:

وَالْعَصْرِ  إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ  إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا 
الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. 

Nah, kawan-kawan.......... Yuk, menjadi muslim yang produktif dalam berbagai bidang
Mari kita niatkan sebagai ibadah li i'lai kalimatillah dan pengamalan ayat-ayat alquran. 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sakit Adalah Nikmat Atau Musibah

  Sakit adalah hal manusiawi. Ia merupakan pertanda bahwa kita masih hidup dan mempunyai fisik.  Yang namanya sakit tak ada yang enak. Mau ...