Jumat, 04 Desember 2020

Sakit Adalah Nikmat Atau Musibah



 




Sakit adalah hal manusiawi. Ia merupakan pertanda bahwa kita masih hidup dan mempunyai fisik. 

Yang namanya sakit tak ada yang enak. Mau sakit perut, sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit gigi, apalagi sakit hati....hehehe. Kalau ada mengatakan sakit itu enak mungkin sakitnya bohongan. 

Namun, Allah Swt memberi keistimewaan bagi orang yang beriman dengan memberi segudang hadiah melalui sakit. 

Apa saja hadiahnya? 

1. Sakit menjadi penebus dosa yang telah lalu. 

 مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ 
سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya

Berapa banyak dosa-dosa kita?. Tak terhitung ya saking banyaknya. Mulai dari dosa berkaitan dengan ibadah kepada Allah, berprasangka buruk kepada Allah. Lalu dosa kepada sesama manusia, A, B, C, D dan seterusnya. 

Lalu dosa yang dilakukan hati mulai dari iri, dengki, dendam, suudzon, dan lain-lain. Lalu dosa mata, dosa mulut, tangan, kaki, dan sebagainya, yang besar, yang kecil, yang masih ingat, yang sudah lupa, yang sengaja, yang tak sengaja, yang tampak oleh manusia, yang tak tampak. 

Kalau dosa itu terus menumpuk, lama-lama kita tertimbun oleh dosa yang memberatkan langkah kita kelak di akhirat. Yang menjadi sumber kesedihan dan kesengsaraan kita. 

Nah, datangnya sakit itu seperti hadiah dari Allah Swt untuk meringankan timbangan dosa kita. Itu adalah rahmatnya Allah pada kita karena bisa jadi selama hidup kita lengah dalam bertaubat dan dosa yang menggunung dibawa mati. Naudzubillah min dzalik. 


2. Sakit mengangkat derajat

Bagaimana bisa sakit mengangkat derajat seorang mukmin?. Ya, orang yang benar-benar beriman ketika mengalami sakit akan menjadi lebih peka terhadap teguran dari Penciptanya. 

Ketika merasakan sakit maka ia akan ingat betapa nikmatnya sehat dan bersyukur kepada Allah, lalu bertekad akan memperbaiki kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan setelah sembuh. 

Menyadari kalau sakitnya adalah teguran dari Allah Swt dan memperbanyak istighfar, serta menyadari kalau sakitnya itu menggugurkan dosanya maka bersyukur. 

Di situlah derajatnya diangkat oleh Allah, menjadi dekat kepada Allah. 


مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً

Tidak ada satupun musibah (cobaan) yg menimpa seorang muslim berupa duri atau yg semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya. 

3. Orang sakit dikabulkan doanya

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan

Dalam surat an-naml ayat 62 Allah Swt menyatakan bahwa ia akan mengabulkan doa orang-orang yang berada dalam kesulitan dan kesusahan namun sabar dan yakin pada pertolongan Allah. 

Orang sakit termasuk dalam kategori orang yang sedang tertimpa kesulitan dan kesusahan. Ia kesulitan menjalani kegiatan dalam kehidupan sehari-hari karena sakit yang dideritanya. Karena rasa sakitnya biasanya orang sakit dirundung kesedihan dan kesusahan yang dalam. 

Nah, Allah Swt yang Maha Pengasih Penyayang menghibur dan memberinya hadiah atas rasa sakit yang dialami oleh orang mukmin namun tetap sabar dan tabah dengan mengabulkan permintaannya. 

Bagaimana Allah Swt mengabulkan doanya? 

Allah mengabulkan doa dengan banyak cara, dan cara Allah adalah cara terbaik bagi hamba-Nya. 

Doa bisa dikabulkan saat masih hidup di dunia atau kelak saat di akhirat, bisa cepat atau lambat atau bisa juga diganti dengan sesuatu yang lebih baik karena Allah Swt Maha Tahu mana yang terbaik. 

Dari ulasan di atas, maka jelas bahwa sakit bagi orang mukmin itu selain adalah musibah tapi juga adalah nikmat. Musibah karena ia harus menderita rasa sakit, tapi juga nikmat karena berbagai karunia yang diberikan oleh Allah lewat sakit. 

Nabi Saw bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Perkara orang mukmin mengagumkan, sesungguhnya semua urusannya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mu`min, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya

Intinya segala sesuatu bagi orang mukmin itu akan menjadi kebaikan dan ladang pahala bila dijalani sesuai petunjuk Allah Swt. 

Dia tidak pernah sendiri, tidak pernah rugi, tidak pernah sedih dan ditinggalkan. Justru sebaliknya ia menjadi orang yang beruntung tak hanya saat hidup di dunia tapi juga di akhiratnya. 

Demikian ulasan kali ini, semoga kita bisa menjadi mukmin yang sabar dan ikhlas saat mendapat cobaan sakit. 

Semoga bermanfaat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sakit Adalah Nikmat Atau Musibah

  Sakit adalah hal manusiawi. Ia merupakan pertanda bahwa kita masih hidup dan mempunyai fisik.  Yang namanya sakit tak ada yang enak. Mau ...