Selasa, 01 Desember 2020

Membaca Jendela Ilmu



Iqra'


Iqra' bismillah rabbika al-ladzi kholaq! 

"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menjadikan! "

Adalah ayat pertama sekaligus perintah pertama yang turun kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. 

Bacalah!, ayat ini beserta 4 ayat berikutnya mengetengahkan tentang perintah membaca. 

Ayat ini turun diawali dengan peristiwa di gua Hira ketika Nabi didatangi malaikat Jibril saat melakukan tahannuts (berdiam diri untuk beribadah)  dan memerintahkannya untuk membaca. 

Meskipun Nabi Saw menjawab bahwa beliau tidak bisa membaca sebagai seorang yang ummi ( buta huruf) namun malaikat Jibril tetap memerintahkannya untuk membaca sampai ketiga kali,  kemudian malaikat Jibril membacakan 5 ayat pertama surat al-alaq dan Nabi mengikuti bacaannya. 


اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ    خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ    اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ    الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ    عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ 

Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.


Manfaat membaca


Apa pelajaran yang terkandung dalam kisah di atas? 

Pertama, Pertama kali Nabi Saw mendapat wahyu adalah berisi perintah membaca padahal saat itu beliau sama sekali tidak bisa membaca. 

Nah, hal ini menunjukkan pentingnya baca tulis dalam kehidupan manusia. 

Ketidakbisaan Nabi Saw membaca dan menulis memang memiliki hikmah tersendiri terhadap pembuktian kebenaran risalah yang dibawa. Dengan beliau tidak bisa membaca maka telah meruntuhkan tuduhan musuh-musuhnya bahwa beliau mempelajari agama Islam dari kitab-kitab samawi terdahulu. 

وَمَا كُنتَ تَتْلُوا۟ مِن قَبْلِهِۦ مِن كِتَٰبٍ وَلَا تَخُطُّهُۥ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَّٱرْتَابَ ٱلْمُبْطِلُونَ

Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).

Jadi, perintah malaikat Jibril untuk membaca tidaklah merendahkan kedudukan Nabi Saw sebagai makhluk paling mulia. Karena keadaan beliau yang ummi tidak mengurangi sedikitpun kecerdasan beliau sebagai seorang Nabi. Kecerdasan adalah satu syarat di miliki oleh seorang nabi. Dan kecerdasan Rasulullah Saw tak tertandingi dan telah terbukti dalam kisah perjuangan beliau menyampaikan ajaran Islam. 

Diulang-ulangnya perintah membaca sebatas mengajarkan manusia tentang pentingnya pendidikan, baca tulis, eksplorasi Ilmu pengetahuan yang hakikatnya terkait dengan eksplorasi kekuasaan dan keagungan Tuhan. 

Kedua, membaca adalah jendela ilmu. Berbagai ilmu pengetahuan dapat diperoleh dengan membaca. Semakin banyak membaca semakin banyak ilmu yang didapat. 

Peribahasa yang lain mengatakan kalau membaca adalah jendela dunia. Meskipun kita tak dapat menjangkau perjalanan seluruh dunia namun dengan membaca kita bisa tahu apa yang terjadi di ujung dunia bahkan di luar angkasa sekalipun. 

Al-Quran menuntun manusia untuk menjadi makhluk yang cerdas yang bisa memfungsikan kecerdasannya untuk kemaslahatan kehidupan di dunia, bisa mengolah dan mengelola kekayaan bumi yang ditempatinya sebagai pengemban tugas khalifah, wakil Allah di muka bumi. 

Ketiga, Al-quran sebagai kalamullah atau firman Allah Swt tidak hanya berisi pesan-pesan dan wahyu namun juga berfungsi sebagai sumber ilmu pengetahuan yang harus dibaca dan dipelajari. 

Bahkan Allah sangat mengapresiasi kegiatan membaca yang dilakukan oleh orang-orang beriman untuk mengeksplorasi pengetahuan dan ajaran agama. 

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.  

Aktifitas membaca adalah kegiatan yang sangat bermanfaat bagi manusia. Kegiatan membaca tidak hanya memberi pengetahuan tapi  mampu mengarahkan manusia pada pola pikir dan gaya hidup yang lebih baik. 

Semakin banyak membaca berarti semakin banyak memahami, semakin banyak membaca akan mendorong manusia untuk beraksi dan mengamalkan. 

Karena itu manusia diperintahkan untuk banyak-banyak membaca Al-Quran. Semakin banyak ia membaca Al-Quran maka akan menumbuhkan kecintaan, penahaman dan menghasilkan pengamalan yang berbuah syafaat di hari kiamat. 

اقرؤوا القرآن فإنه يأتى يوم القيامة شفيعاً لأصحابه

Bacalah alquran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi yang membacanya

Keempat, membaca seyogyanya diawali dengan menyebut nama Allah Yang Maha Esa. 

Sebagaimana dalam surat al-alaq ayat 1-5, dijelaskan bahwa Allahlah yang menciptakan manusia dan mengajarkan pengetahuan lewat media baca tulis. Mengajarkan hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya. 

Karena itu sudah sepatutnya kegiatan membaca diawali dengan menyebut nama-Nya. Kegiatan membaca dilandasi dengan niat ibadah, dan hasil pengetahuan yang didapatkan dari kegiatan membaca adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan bukan untuk kejahatan dan pengrusakan. 

Membaca tidak hanya sekedar membaca. Tapi materi yang dibaca haruslah yang baik-baik sesuai dengan filosofi dalam penyebutan nama Allah. 

Kelima, salah satu manfaat membaca adalah mengasah kecerdasan dan mencegah kepikunan. 

Semakin kecerdasan itu di asah maka  kecerdasan akan semakin bertambah. 

Otak terdiri dari jutaan sel-sel yang saling terhubung.  Kegiatan membaca akan memberikan stimulasi pada otak sehingga sel-selnya terhubung secara aktif dan bekerja dengan baik. 

Karena itu banyak membaca akan berpengaruh pada meningkatnya daya ingat, konsentrasi dan kemampuan analisa. 

Selain itu manfaat lain dari membaca adalah mencegah kepikunan atau di sebut dengan penyakit Alzheimer. 

Penyakit Alzheimer biasanya menyerang pada orang yang sudah lanjut usia, tetapi di kasus-kasus langka ternyata juga bisa menyerang orang yang masih muda. 

Dalam dunia kedokteran disebutkan bahwa penyakit Alzheimer adalah penyakit progresif yang menghancurkan memori dan fungsi mental lainnya dengan menurunkan koneksi sel otak secara signifikan. 

Jadi, dari ulasan di atas dapat diketahui kalau manfaat membaca itu banyak sekali ya. Bukan hanya dari segi kecerdasan dan menambah wawasan saja  tapi juga bermanfaat bagi kesehatan. 

Pantaslah bila Al-Quran memerintahkan manusia untuk membaca bahkan di wahyu pertama. 

Yuk membaca........ 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sakit Adalah Nikmat Atau Musibah

  Sakit adalah hal manusiawi. Ia merupakan pertanda bahwa kita masih hidup dan mempunyai fisik.  Yang namanya sakit tak ada yang enak. Mau ...