Kamis, 26 November 2020

DAHSYATNYA DZIKIR MENGINGAT ALLAH

 


Dzikir penyambung hati dengan Sang Pencipta


Dzikir itu apa sih? 

Dzikir secara bahasa berarti mengingat, menyebut atau menuturkan. 

Nah, secara istilah dzikir adalah aktivitas hati dan lisan yang mengingat serta memuji Allah secara berulang-ulang dengan cara-cara yang telah diajarkan oleh agama. 

Berdzikir hukumnya sunnah dan keutamaannya sangat besar apabila diresapi dan diistiqamahkan sebagai amalan sehari-hari. 

Menurut Imam Athoillah, dzikir ada dua macam:
a. Dzikir jali, yaitu dzikir yang dilakukan oleh hati dan lisan secara bersamaan dengan tujuan agar lisan bisa menuntun gerakan hati untuk tunduk dan ikhlas kepada-Nya. 
b. Dzikir khafi, yaitu dzikir hati, menggerakkan hati untuk terus-menerus ingat pada Allah. Segala yang dilihat, didengar atau dirasakan semuanya kembali pada Allah karena hati disiapkan untuk selalu terhubung kepada Allah. 

Jadi, inti dari dzikir adalah hati yang tersambung kepada Allah, dan sambungan itu terwujud melalui puji-pujian atau bacaan-bacaan dzikir yang menghadirkan cinta dan syukur. 

Semua manusia pada dasarnya memiliki potensi untuk selalu terhubung kepada  Sang Maha Pencipta. Namun potensi itu akan terkikis bila hati terlalu sibuk dan dipenuhi rasa cinta duniawi. 

Karenanya hati perlu diasah dan dibersihkan dengan bacaan-bacaan dzikir agar bisa tersambung kembali dan menemukan kembali arti hidup yang telah dianugerahkan Penciptanya. 

Allah Swt mengingatkan manusia untuk  memperbanyak dzikir. Mengingat dan menyebut nama-Nya. Sebagai bagian rasa syukur atas segala karunia-Nya dan sebagai jalan untuk memperoleh rahmat dan ridha-Nya.  
Dalam surat al-ahzab ayat 41-42 Allah berfirman:

يآيها الذين امنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا . وسبحوه بكرة وأصيلا

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

Dzikir bisa dilakukan kapan saja, tak ada batas waktu. 

Namun ada waktu-waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa dan berdzikir, yaitu:

a. Di waktu pagi dan petang. 
Sesuai ayat di atas, maka pagi dan petang adalah salah satu waktu terbaik untuk berdzikir. 

Rasulullah Saw memiliki kebiasaan berdzikir khusus pada dua waktu ini dengan doa-doa khusus pula, di antaranya adalah membaca surat al-ikhlas, muawwidzatain, ayat kursi, dan doa khusus pagi dan petang. 

b. Setelah sholat fardhu. 
Waktu sehabis sholat fardhu dikenal sebagai waktu yang mustajab (waktu dikabulkannya doa). Oleh karena itu disunnahkan memperbanyak dzikir saat selesai sholat. 


فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ ۚ

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. 

Sesuai ayat di atas dzikir bisa dilakukan sambil berdiri, duduk, berbaring atau tidur-tiduran, sambil melakukan pekerjaan, mengasuh anak dan sebagainya. 


Dzikir menangkal godaan setan



Selain itu dzikir juga berfungsi sebagai penangkal gangguan dan godaan setan yang tak lelah menggoda manusia agar jatuh dalam jurang kenistaan. 

Hati yang kosong dan lengah biasanya akan mudah terpedaya. 

Berapa banyak manusia yang tertipu oleh muslihatnya dan berakhir binasa dalam kesengsaraan dan penyesalan di akhirat. 

Allah Swt berfirman dalam surat Fathir : 6

إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُوا۟ حِزْبَهُۥ لِيَكُونُوا۟ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala

Setan adalah musuh manusia. Ia akan menggunakan berbagai cara licik untuk menggelincirkan manusia ke neraka. Ia bisa membungkus keburukan dengan kebaikan,  kejahatan dengan keindahan. 

Godaan setan biasanya terbungkus hal-hal yang indah dan menjanjikan kesenangan duniawi. Namun kesenangan itu hanya sementara karena pasti berakhir sengsara. 

Hati yang dipenuhi dzikir akan mampu mendeteksi dengan tajam segala bentuk rayuan setan, ia akan waspada terhadap perangkap-perangkapnya dan selamat dari tergelincir. 


Dzikir obat gundah gulana


Sering kali hati sedih tak karuan bukan karena beratnya masalah yang diemban, batin merana penuh gundah gulana bukan karena nestapa, jiwa menderita bukan karena pedihnya kehidupan

Tapi karena kosongnya hati dari cahaya Ilahi, sepinya jiwa dari sentuhan petunjuk dan rahmat Yang Kuasa. 

Coba kita lihat berita, berapa banyak selebriti terkenal yang bertabur kekayaan dan popularitas, miliarder-miliarder yang berlimpah harta dan takkan habis dimakan tujuh turunan, orang-orang berkuasa yang digjaya dan  memiliki segalanya namun akhirnya mati tragis karena bunuh diri dan depresi. 

Ada apa di sana? 

Ternyata kebahagiaan sejati itu tak datang bersama harta, kekayaan melimpah, popularitas atau kekuasaan. Kebahagiaan di dalamnya hanya kebahagiaan semu, yang begitu cepat hilang dan berganti gulana. 

Kebahagiaan hakiki ada bersama cahaya Ilahi, dalam ketakwaan dan dzikrullah. Selalu mengingat Allah. 
  
Dalam surat ar-ra'd :28 Allah Swt berfirman:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.


Dzikir pembawa ketentraman


Hati yang tentram, batin tenang dan hidup penuh kebahagiaan adalah harapan semua orang. 

Namun coba kita perhatikan di sekitar kita, orang yang hidup serba kekurangan tanpa kekayaan atau popularitas, setiap hari pergi bekerja ke ladang milik orang lain, tidur beralas tanah dan beratapkan langit justru terlihat bahagia? Wajahnya cerah dan hidupnya tentram. 

Bagaimana bisa begitu?

Ya. Karena ternyata kebahagiaan hakiki tak tergantung pada kekayaan atau kedudukan. Kebahagiaan adalah anugerah yang diberikan pada hati yang bersyukur. Syukur lahir dengan berdzikir. Dzikir memupuk rasa syukur dan berbuah ketakwaan. 

Dengan dzikir bumi akan terasa lapang dan bersahabat, jalan hidup akan terasa penuh berkah dan rahmat, hidup berlimpah rasa aman dan tentram. InsyaAllah. 

Sesuai dengan potongan ayat:

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Al-jumuah: 10) 

Jadi kalau merasa hati sempit, galau, bete. Jangan-jangan itu karena kita lalai untuk mengingat Allah Sang Pemberi hidup. 


Dzikir pembawa rezeki


Pernahkah merasa rezeki seret? Hidup sangat sulit? Kesuksesan sukar sekali digapai? 

Jangan-jangan karena kita tak lagi ingat kalau rezeki dan kesuksesan adalah berasal dari Allah. 

Kita mati-matian mengejarnya tapi melupakan Allah. 

Allah Swt Sang Maha Pemberi rezeki sangat pemurah terhadap hamba-Nya, namun Allah sering mengingatkan hamba-Nya dengan cara memberi teguran. Rezeki seret, hidup serba susah adalah teguran dari Allah agar kita ingat pada-Nya. 

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ 

Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (At-thalaq : 2-3) 

Allah berjanji bahwa orang yang bertakwa pada-Nya akan diberi jalan keluar, rezeki yang cukup meskipun dari berbagai jalan yang tidak disangka-sangka. 

Meskipun rezeki itu tidak banyak namun cukup dan berkah. Bukankah rezeki yang cukup tak berarti harus banyak? Bukankah rezeki yang banyak belum tentu cukup jika tidak dicukupkan oleh Allah? 

Nah, rezeki yang cukup dan berkah seperti ini akan diberikan pada orang-orang yang menjadikan Allah Swt nomor satu, selalu menyebut nama-Nya sebelum mencari rezeki di muka bumi. 


Dzikir berbuah husnul khatimah



Dzikir memiliki banyak keistimewaan, salah satunya adalah orang yang istiqomah berdzikir selama hidupnya akan dimudahkan meninggal dalam keadaan husnul khatimah. 

Husnul khatimah adalah akhir yang baik. Meninggal dengan membawa iman dan Islam, saat ajalnya tiba ia berada dalam keadaan ingat pada Allah. 

Itulah akhir hidup yang mulia. Kematian menjadi hal yang dirindukan karena akan bertemu dengan Sang kekasih yaitu Allah Swt yang selama hidupnya selalu diingat dan disebut.

    من أحب لقاء الله أحب الله لقاءه، ومن كره لقاء الله كره الله لقاءه

Barang siapa ingin bertemu dengan Allah maka Allah juga ingin bertemu dengannya. Dan barang siapa tidak suka bertemu dengan Allah maka Allahpun tidak suka bertemu dengannya. HR. Bukhari

Mengapa orang mukmin yang bertakwa dan suka berdzikir ingin bertemu dengan Allah? Karena bertemu Allah adalah sebaik-baik nikmat, hadiah terindah di akhirat. 

Mendapat tempat istimewa di sisi Allah


Orang yang berdzikir kepada Allah memperoleh keistimewaan yang tidak tanggung-tanggung.  Setiap ia mengingat Allah maka Allah akan mengingatnya dengan melimpahkan rahmat-Nya dan membersamai langkahnya. 

فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (Al-baqarah : 152) 



Apa saja bacaan-bacaan dzikir itu? 



Bacaan dzikir ada banyak sekali. Namun ada beberapa bacaan dzikir yang singkat namun memiliki keutamaan luar biasa. Di antaranya adalah:

1. Tasbih/  سبحان الله  dalam redaksi yang lain سبحان الله العظيم

Tasbih artinya Maha Suci Allah, yaitu menyucikan Allah dari hal-hal yang tidak pantas. 

2. Tahmid/ الحمدلله 
Tahmid artinya segala puji bagi Allah, yaitu bersyukur dan memuji Allah. 

3. Takbir/ الله اكبر
Takbir artinya Allah Maha Besar, yaitu mengagungkan Allah. 

4. Istighfar/ استغفرالله العظيم
Istighfar artinya Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yaitu memohon ampun atas dosa yang diperbuat. 

5. Tahlil/ لااله الاالله
Tahlil artinya membaca kalimat tauhid, yaitu mengesakan Allah. 

6. Hauqalah/ لاحول ولا قوة الا بالله
Hauqalah artinya tidak ada daya upaya kecuali dengan pertolongan Allah, yaitu memohon pertolongan Allah. 

Rasulullah Saw bersabda:

قال الا أعَلِّمُكُمْ خَمْسَ كَلِمَاتٍ خَفِيفَاتٍ‏ عَلَى‏ اللِّسَانِ،‏ ثَقِيلَاتٍ فِي  الْمِيزَانِ، يَرْضَيْنَ الرَّحْمَنَ، وَيَطْرُدْنَ الشَّيْطَانَ، وَهُنَّ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ وَمِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ، وَهُنَ‏ الْباقِياتُ الصَّالِحاتُ؟". قَالُوا:     بَلَى يَا رَسُولَ الله

فَقَالَ "قُولُوا سُبْحَانَ الله، وَالْحَمْدُ للهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا الله، وَالله أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ".. ثم َقَالَ صلى الله عليه وسلم: "خَمْسٌ بَخٍ بَخٍ لَهُنَّ مَا أَثْقَلَهُنَّ فِي الْمِيزَانِ".

Nabi berkata: maukah ku ajarkan lima kalimat yang ringan di lidah dan berat di timbangan, Allah meridhainya, bisa mengusir setan, dan termasuk perbendaharaan surga, dari bawah Arsy, dan termasuk albaqiyat ash-shalihat?. Mereka menjawab: ya wahai Rasulullah, Nabi berkata: katakanlah subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah, allohu akbar, la haula wa la quwwata illa billah alaliyyil adzim. Kemudian Nabi berkata: lima berlimpah berlimpah sungguh berat timbangannya di mizan ". HR. Bukhari

Demikianlah uraian tentang dahsyatnya dzikir. 

Semoga kita bisa mengamalkan bersama-sama......... 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sakit Adalah Nikmat Atau Musibah

  Sakit adalah hal manusiawi. Ia merupakan pertanda bahwa kita masih hidup dan mempunyai fisik.  Yang namanya sakit tak ada yang enak. Mau ...