Senin, 09 November 2020

Tidur dalam Al-Quran


Lelah


Siapapun pasti pernah merasakan lelah. Saat sibuk bekerja atau beraktivitas tubuh mengeluarkan energi yang berasal dari asupan makanan yang masuk dalam tubuh. 
Setelah energi itu kian menipis, maka yang akan dirasakan oleh fisik adalah lelah. 

Lelah adalah hal normal yang dialami manusia. Lelah merupakan penanda bagi tubuh untuk melakukan istirahat.

Istirahat yang paling baik adalah tidur. Tidur yang cukup akan mengembalikan kebugaran tubuh. 

Tidur itu rahmat


Tidur merupakan rahmat Allah yang tiada tara. Bagaimana tidak? Saat tidur tubuh dapat beristirahat dan memulihkan tenaga. Hal ini sangat penting bagi kesehatan. Bayangkan bila kita tidak bisa tidur. Tubuh akan kelelahan dan berbagai penyakit akan datang. 

Kesulitan tidur disebut insomnia. Insomnia disebabkan stres,  begadang dan kebiasaan buruk sebelum tidur. Insomnia akut akan membuat penderitanya mengalami kecemasan, kelelahan dan berbagai gangguan kesehatan. Jika semakin parah maka langkah terakhir yang harus ditempuh adalah berkonsultasi ke dokter. Jadi intinya tak ada manusia yang bisa bertahan hidup tanpa tidur. 

Penulispun pernah memiliki beberapa pengalaman tentang insomnia atau sulit tidur. Yaitu ketika anak pertama duduk di kelas 6 SD, ia mengalami stres ringan akibat beban belajar menjelang UN di samping tuntutan dari diri anaknya sendiri yang selalu berpredikat rangking kelas untuk memperoleh nilai tertinggi. 

Tiba-tiba beberapa hari ia mengalami kesulitan tidur. Setiap malam ia baru bisa terlelap pada jam 02.00 dini hari. Hal ini menyebabkan tubuhnya lemas, pusing dan sulit konsentrasi. Kami sempat khawatir dan berusaha ke sana-kemari mencari solusi. Seorang tetangga menyarankan untuk membawanya ke dokter syaraf dan dilakukan terapi akupunktur. 

Tapi untunglah sebelum membawanya ke dokter seorang herbalis di lingkungan kami menunjukkan sebuah suplemen otak yang berfungi membuatnya rileks dan tidur lebih lelap. 

Alhamdulillah karena insomnia tersebut masih tergolong ringan maka dapat cepat diatasi dengan asupan suplemen tanpa harus ke dokter. Dan kejadian seperti ini alhamdulillah tidak terjadi lagi. Setelah mondok di pesantren dia tidak lagi mengalami insomnia, sebaliknya karena terbiasa dengan aktivitas yang padat dan telah mampu mengatur waktu dengan baik ia bisa memiliki kualitas tidur dan waktu istirahat yang baik pula. 

Dari pengalaman tersebut, bisa dipetik pelajaran bahwa tidur adalah nikmat yang tak terhingga. Hal yg sepertinya remeh ternyata sangat dibutuhkan dalam hidup. 
Saat nikmat itu diambil sementara oleh Sang Pemberi nikmat barulah sungguh terasa manfaatnya. 

Allah SWT berfirman dalam surat Al-imran ayat 154:


ثم انزل عليكم من بعد الغم امنة  نعاسا يغشى طائفة منكم
Kemudian  setelah kesedihan Allah memberikan rasa aman berupa kantuk yang meliputi sebagian dari mu

Ayat ini mengisahkan tentang kesedihan yang dirasakan para pejuang Islam dalam perang Uhud setelah mengalami kekalahan. Lalu Allah memberikan karunia berupa rasa kantuk yang menyebabkan mereka tertidur pulas dan melupakan kesedihan mereka. 

اذيغشيكم النعاس امنة منه وينزل عليكم من السماء ماء ليطهركم به
 
 Ingatlah ketika Allah meliputi dirimu dengan rasa kantuk yang memberikan rasa aman dari Allah dan menurunkan air hujan dari langit bagimu untuk membersihkanmu

Ayat ini menceritakan tentang peristiwa perang Badar. Allah menurunkan rahmat bagi kaum muslimin yg berperang dengan dikaruniakan rasa kantuk yang memberi rasa aman dan rasa tenang. Hal ini sebagai bentuk penghargaan dari Allah terhadap kegigihan para pejuang yang jumlahnya sedikit dan harus menghadapi musuh yang jumlahnya tiga kali lipat. 

Meskipun ayat-ayat tersebut berkenaan dengan perang namun dapat diambil pelajaran bahwa rasa kantuk yang menyebabkan manusia tidur adalah nikmat yang besar yang suatu saat bisa menjadi solusi sederhana untuk menghilangkan kesedihan, memperoleh ketenangan, menumbuhkan semangat dan harapan baru menyambut hari esok. 

Tidur di malam dan siang hari


Allah Swt menciptakan siang dan malam bukanlah suatu kebetulan. Siang hari adalah waktu manusia bekerja, malam hari adalah waktu mereka beristirahat. 

Jika disalah gunakan, malam jadi siang, digunakan bekerja dan begadang. Lalu siang harinya jadi malam, digunakan untuk tidur berkepanjangan. Maka secara medis hal itu akan sangat membahayakan tubuh, menyebabkan turunnya imunitas dan mudah terjangkit berbagai penyakit. 

Rasulullah membagi malam hari menjadi tiga bagian. Sepertiga untuk tidur dan beristirahat, sisanya untuk ibadah sholat malam dan seperenamnya untuk beristirahat kembali sambil menunggu datangnya sholat subuh. 
Allah Swt berfirman dalam surat A-naba ayat 9-11 : 

وجعلنانومكم سباتا  وجعلنا الليل لباسا   وجعلناالنهار معاشا
Kami jadikan tidurmu sebagai istirahat, Kami jadikan malam sebagai kain tabir dan Kami jadikan siang sebagai waktu mencari penghidupan

Lalu apakah di siang hari tidak boleh tidur? Tentu saja boleh asalkan jangan berlebihan. Rasulullah Saw di siang hari rajin melakukan qailulah yaitu tidur sebentar atau beristirahat sebentar meskipun tidak tidur saat siang hari, boleh sebelum dzuhur atau sesudahnya. 

Menurut pakar kesehatan Qailulah memiliki beberapa manfaat, yaitu mencegah stres, memperbaiki mood, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kecerdasaan dan mencegah timbulnya beragam penyakit akibat kurang istirahat. 

Tidur siang yang baik tidak boleh lebih dari 30 menit. Jika lebih maka akan mengganggu kualitas tidur di malam hari dan menghilangkan manfaat tidur siang. 

Ternyata tidur ibadah


Percaya tidak kalau dengan tidur kita bisa mendapat pahala? Kok bisa? 

Ya, tidur yang diniatkan agar sehat dan kuat untuk ibadah akan menjadi ibadah pula. Tidur dengan mengikuti sunnah Nabi Saw selain akan memperoleh manfaat kesehatan juga akan menjadi tabungan pahala. 

Jadi, tidur itu nikmat, berkah dan berpahala..... 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sakit Adalah Nikmat Atau Musibah

  Sakit adalah hal manusiawi. Ia merupakan pertanda bahwa kita masih hidup dan mempunyai fisik.  Yang namanya sakit tak ada yang enak. Mau ...