Pernah tidak saat scrolling di media sosial menemukan status dan postingan teman-teman yang sukses? Yang kesuksesannya melampaui ekspektasi? Lalu diri sendiri menjadi tumbang, berkecil hati akan pencapaian diri, marah, sedih dan putus asa?
Sedih, minder adalah hal manusiawi yang bisa dirasakan siapa saja.
Tak perlu merasa buruk ketika kita tidak selalu bahagia saat melihat kesuksesan orang lain. Selama tidak timbul rasa iri dan benci atas keberhasilannya, pesimis, atau menakar dan membandingkan nikmat yang diperolehnya dengan nikmat yang kita peroleh dengan putus asa.
Nah, hal seperti ini akibatnya sangat besar. Karena akan menjerumuskan kita dalam kufur nikmat.
Padahal Allah Swt berfirman bahwa nikmat yang diberikan pada tiap hamba-Nya tidak terhingga banyaknya. Disyukuri atau tidak sebagian besar nikmat itu dilimpahkan dengan penuh kasih sayang.
وان تعدوانعمة الله لن تحصوها ان الانسان لظلوم كفار
Jika kamu menghitung nikmat Allah maka kamu tidak akan bisa menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat dzolim dan mengingkari nikmat
Kufur nikmat adalah mengingkari, tidak mengakui dan melupakan nikmat yang Tuhan berikan, menganggapnya kecil dan kurang berarti.
Sebagai peringatan Allah mengancam perbuatan kufur nikmat ini dengan siksa dan murka. Baik ketika hidup di dunia ataupun kelak saat mempertanggung jawabkan amal perbuatan di akhirat. Supaya hamba-Nya berhati-hati dan menghindari kufur nikmat. Karena hal tersebut sangat tidak disukai oleh Allah.
Bagaimana tidak? Yang memberikan hidup pada manusia adalah Allah Swt. Allah menjaga dan melindunginya sejak ia diciptakan dan tumbuh dalam kandungan. Lalu saat lahir mencukupi rizki dan semua kebutuhannya, bahkan sejatinya seluruh apa yang ada di langit dan di muka bumi ini disediakan untuk kehidupan manusia.
Sejak dilahirkan manusia dengan leluasa bernafas menghirup oksigen secara cuma-cuma. Bila Allah tidak Maha Pemurah dan andai oksigen dikomersialkan, kira-kira berapa uang yang harus dibayar untuk semua oksigen yang digunakan bernafas sejak dari bayi?
Wow, pasti nggak kebayang ya..
Belum lagi nikmat Allah yang berupa air, makanan, keluarga, dan lain-lain yang tak terhitung jumlahnya sehingga kita bisa hidup sampai hari ini dalam keadaan sehat, sejahtera, di tempat yang aman sentosa.
Cara menumbuhkan rasa syukur
Mengingat-ingat nikmat Allah termasuk beberapa cara menumbuhkan rasa syukur. Meluangkan waktu untuk bertafakur, mengingat dan menyadari jika satu saja nikmat itu dicabut maka betapa besar dampaknya.
Seperti nikmat sehat, betapa berartinya kesehatan di kala sakit. Salah satu saja anggota badan sakit maka sudah bisa mengganggu kenyamanan dan kegiatan sehari-hari.
Nah, sekali-kali bisa dicoba jalan-jalan ke rumah sakit dan menengok saudara-saudara kita yang tengah diuji dengan berbagai penyakit. Atau bisa juga menengok perumahan kumuh di dekat pusat-pusat pembuangan sampah yang penghuninya hidup lewat mengais sampah.
Melihat secara nyata kehidupan orang-orang yang tengah dilanda kesusahan terbukti bermanfaat menumbuhkan rasa syukur dan empati terhadap sesama.
Nabi Saw bersabda dalam sebuah hadits shahih:
انظروا الى من اسفل منكم ولا تنظروا الى من هو فوقكم فانه
اجدر ان لا تزدروا نعمة الله عليكم
Pandanglah orang yang ada di bawahmu dan jangan pandang orang yang ada di atasmu, karena hal itu akan menghindarkanmu dari menyepelekan nikmat Allah padamu
Nah, saat lupa bersyukur, sebaiknya letakkan sejenak gawai kita. Gunakan untuk bertafakur, berjalan-jalan dan bertemu dengan orang-orang yang lebih kekurangan dari kita, orang-orang yang tengah mendapat ujian. Bagaimana jika kita berada di posisi mereka?
Manusia tidak pernah puas
Salah satu sifat dasar manusia adalah tamak. Ia tidak pernah puas dengan apa yang dicapai di bidang apapun. Ia pasti ingin menambah lagi dan lagi.
Nabi Saw bersabda:
لو كان لابن ادم واديا من الذهب لابتغى اليه ثانياولوكان له ثانيا لابتغى اليه ثالثاثالثاومايملا جوف ابن ادم الا التراب
Kalau seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas maka ia akan mencari yang kedua, kalau ia memiliki dua lembah emas maka ia akan mencari yang ketiga. Dan tidak bisa memenuhi mulut anak Adam kecuali tanah
Ketika manusia tidak pernah merasa puas maka ia bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Penuh ambisi, sikut kanan kiri, dan mengabaikan moralitas serta rasa kemanusiaan. Terlebih lagi rasa tidak pernah puas bisa menghilangkan rasa syukur.
Manusia tidak sempurna
Tak ada manusia yang sempurna. Tak ada hidup yang sempurna. Karena kesempurnaan hanya milik Allah semata.
Bila kita melihat orang lain sukses dan membuat kita iri, maka ingatlah bahwa bisa jadi di balik kesuksesannya ada banyak kekurangan dan masalah yang tidak kita tahu.
Kebanyakan manusia tidak ingin terlihat menderita, atau nampak kekurangan. Kebanyakan dari kita ingin terlihat keren, kaya, sukses, bahagia dan sempurna.
Jadilah di zaman media sosial ini semua berlomba-lomba memasang status, gambar maupun video yang mengesankan kehidupan yang bahagia tanpa cela. Namun bisa jadi itu bukan realita. Karena tak mungkin ada hidup yang tanpa masalah, di satu sisi ada kelebihan di sisi yang lain ada kekurangan.
Selain itu bisa jadi saat engkau menginginkan kehidupan orang lain, justru banyak orang yang menginginkan kehidupan sepertimu.
Jadi kesimpulannya tak ada manusia yang bisa mendapatkan segalanya. Mungkin ia bisa menggapai satu hal namun tak bisa menggapai yang dimiliki orang lain. Semua punya bagian masing-masing, dengan beban hidup masing-masing.
Karena jikalau manusia memiliki hidup yang sempurna maka ia takkan pernah merasa cukup, sebaliknya bertambah kikir dan sombong.
Allah Swt berfirman di surat Al-isra ayat 100:
قل لو انتم تملكون خزائن رحمة ربي اذالامسكتم خشية
الانفاق وكان الانسان قتورا
Katakanlah bahwasanya jika kamu memiliki perbendaharaan rahmat Tuhanku maka niscaya kamu akan menahannya karena takut untuk menginfakkannya. Dan manusia itu adalah orang yang kikir
So, kita bisa meraih hidup yang sempurna justru dengan mensyukuri apa yang ada, menikmati yang kita punya, meyakini apa yang dikaruniakan kepada kita adalah yang terbaik.
Karena jika kita mengejar yang sempurna maka kita bisa kehilangan yang terbaik.
Bersyukurlah maka nikmat mu akan bertambah
Allah Swt berjanji bahwa setiap kita bersyukur maka nikmat kita akan ditambah.
Namun sebaliknya jika kita lupa dan menyepelekan pemberiannya bisa jadi nikmat itu akan dicabut supaya kita merasakan dampaknya.
لئن شكرتم لازيدنكم ولئن كفر تم ان عرابي لشديد
Sungguh jika kamu mau bersyukur maka niscaya akan Aku tambah Nikmat-Ku dan jika kamu ingkar maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih
Masih untung bila hukuman itu hanya diberikan di dunia sebagai sentilan supaya kita ingat bersyukur. Lah kalau hukumannya di akhirat ke mana hendak lari, karena akhirat bukan tempat taubat.
Ini pengingat bagi penulis, semoga juga bermanfaat bagi pembaca..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar