Rabu, 11 November 2020

Hijrah dalam Al-quran Ke-1

Gambar: Oasemuslim. Com

Pernah mendengar pepatah orang Betawi dan orang Madura? Isi pepatahnya hampir sama. "Makan nggak makan yang penting kumpul".

Meskipun keturunan Madura sejak dulu penulis kurang setuju dengan pepatah ini, karena kalau dipikir-pikir sungguh tak enak bila kondisi ekonomi rendah sampai tak bisa makan harus terus kumpul bersama. Tak ada inisiatif, tak ada solusi. 

Selain itu koneksi dan pergaulan pun akan selalu sama, tak ada perkembangan. 

Dan qadarullah akhirnya penulis ditakdirkan merantau bersama suami ke kota lain meskipun dengan bonek alias bondo nekat. Itupun dengan perjuangan memperoleh izin ibu, yang sulit sekali didapat. 

Izin itu akhirnya terucap setelah menyadari kondisi kami yang terpuruk tanpa pekerjaan dan penghasilan. Sedih.... 

Memang berat saat meninggalkan kampung halaman pertama kali. Jauh dari orang tua dan sanak saudara. Tapi dengan bekal niat dan hafalan Qur'an kami teguhkan keberanian untuk berjuang di tengah masyarakat sekaligus memperbaiki tingkat ekonomi. 

Kebetulan suami saat itu diangkat menjadi imam tetap sebuah masjid di perumahan Bekasi dan mendapat pekerjaan dengan gaji yang bagus. Saat tiba kamipun sudah disediakan rumah berukuran besar sebagai fasilitas bagi keluarga hafidz Qur'an. Masyarakat pun menerima kami dengan ramah sehingga tak perlu waktu lama penulis sudah merasa betah. 

Mungkin inilah hikmah berhijrah. Menjemput rezeki dan kehidupan yang lebih baik adalah termasuk amal sholeh. 


Apa itu hijrah? 


Saat ini di berbagai media kita sering mendengar istilah hijrah. Artis yang hijrah, seruan hijrah dan lain-lain. 

Hijrah ternyata ada dua macam, hissiyah dan maknawiyah

Hissiyah adalah pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari rezeki, mencari ilmu, mencari keamanan dan kehidupan yang lebih baik. 

Sedangkan hijrah maknawiyah adalah pindah dari yang tidak baik kepada yang baik, dari tidak taat menjadi taat. 

Namun dalam artikel kali ini penulis ingin mengetengahkan tentang hijrah dalam makna aslinya yaitu hijrah hissiyah. 

Oya, hijrah ini merupakan salah satu sunnah Nabi lo. 

Di antara beberapa peristiwa bersejarah adalah perjalanan hijrah beliau dari Mekah ke Madinah yang menjadi tonggak awal kejayaan Islam. Meskipun sebelumnya hijrah dilakukan beberapa kali oleh kaum muslimin ke negeri habasyah dalam rangka mencari suaka perlindungan dari rongrongan musuh namun hasilnya masih kurang memuaskan. Karena umat Islam harus kembali ke Mekah dan kembali dianiaya oleh orang-orang jahiliyah. 

Intinya hijrah yang dilakukan umat Islam saat itu adalah dalam rangka menyelamatkan keyakinan, menyelamatkan diri, mencari keamanan dan perlindungan serta kehidupan yang lebih baik. 

Pelajarannya adalah untuk mendapatkan hidup yang lebih baik manusia harus berusaha, bukan pasrah dan berdiam diri saja. Di antaranya adalah dengan hijrah. Pindah ke tempat lain yang dinilai prospeknya lebih menjanjikan. 

Hijrah ini disunnahkan ketika hidup benar-benar sempit, tak mempunyai pekerjaan atau penghasilan yang cukup, merasa tidak aman, tidak kondusif untuk mengembangkan diri, tidak dihormati dan dihargai lingkungan sekitar, dianiaya. Maka salah satu solusi terbaik adalah hijrah. 

Hijrah itu bisa ke tempat yang jauh ataupun yang masih terjangkau. 

Allah mengapresiasi umat Islam yang mau berhijrah dan meninggalkan kampung halaman mereka, seperti dalam ayat 100 surat An-nisa :

ومن يهاجر في سبيل الله يجد في الارض مراغماكثيراوسعة     ومن يخرج من بيته مهاجرا الى الله ثم يدركه الموت فقد وقع اجره على الله وكان الله   غفورارحيما

Dan barang siapa hijrah di jalan Allah maka ia akan mendapatkan di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Dan barang siapa yang keluar dari rumahnya hendak berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian kematian menjemputnya sebelum sampai ke tempat yang dituju maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. 

Mengapa diapresiasi oleh Allah ? Karena orang-orang yang berhijrah adalah orang-orang yang rela meninggalkan tanah kelahirannya dan sanak keluarga yang dicintainya, berani berkorban, mandiri dan pasrah atas hidupnya kepada Allah. 

Karena itu mereka dijanjikan akan diberikan tempat hijrah yang lebih nyaman serta rezeki yang lancar. Bahkan jika diniatkan sebagai ibadah dalam mencari rezeki akan berbuah pahala yang besar. 


Keutamaan hijrah

Hijrah Nabi Saw dan umat Islam ke kota Madinah adalah hijrah terakhir. Mereka disambut dengan hangat dan menetap disana sebagai penduduk baru. 

Bahkan Nabi Saw diangkat sebagai pemimpin sebuah negara baru yang maju dengan sistem pemerintahan dan undang-undang yang demokratis. Undang-undang tersebut dikenal dengan Piagam Madinah. 

Itulah sekelumit kisah yang mengandung hikmah tentang keutamaan hijrah. 

Orang-orang yang berhijrah disebut dengan kaum Muhajirin, orang-orang yang menyambutnya di Madinah disebut kaum Anshar. Tetapi kaum Muhajirin kedudukannya lebih utama dalam Al-quran karena perjuangan mereka dalam berhijrah dan pengorbanan mereka dalam meninggalkan tanah airnya. 

Sehingga mereka dihadiahkan tanah yang ramah, saudara-saudara baru yang siap membantu serta kehidupan baru yang makmur. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sakit Adalah Nikmat Atau Musibah

  Sakit adalah hal manusiawi. Ia merupakan pertanda bahwa kita masih hidup dan mempunyai fisik.  Yang namanya sakit tak ada yang enak. Mau ...