Minggu, 08 November 2020

Jadikan Alquran sahabat sejati


Sahabat


Teman-teman pernah punya sahabat? 
Sahabat adalah sesuatu yang indah dalam hidup. Ia tempat berbagi, hadir saat suka dan duka. Ia tumbuhkan senyuman dan keceriaan, hilangkan gundah gulana dan kesedihan. 

Sahabat yang baik adalah karunia yang patut disyukuri lo,  ia rizki dari Allah. Persahabatan menjadi salah satu corak keindahan dalam kehidupan bersosial. Sahabat akan mendukung kesuksesan kita dan membela ketidakberdayaan kita. 

Persahabatan tak hanya terjalin antara sesama orang yang sebaya, tapi ada juga yang usianya terpaut jauh. Orang tua sendiri bisa menjadi sahabat, kakak, adik, guru, siapapun bisa menjadi sahabat. Bahkan persahabatan juga bisa terjalin antara manusia dan binatang atau sesama binatang. Yang pasti potret persahabatan yang diwarnai kesetiaan dan kasih sayang akan selalu manis dan mengharukan. 

Pada kenyataannya persahabatan memang tak selalu indah. Ada juga persahabatan yang hancur di tengah jalan karena sang sahabat menikam dari belakang, menikung, atau berkhianat. Nah, biasanya persahabatan seperti ini akan berakhir dengan permusuhan dan dendam. 

Islam memandang bahwa seorang muslim harus menyayangi dan menghormati sahabatnya sebagai bagian dari ibadah kepada Allah. Karena Allah memerintahkan hamba-Nya untuk saling mencintai dan menyayangi sebagai saudara seiman. Nabi bersabda :
. لايؤمن احدكم حتى يحب لاخيه مابحب لنفسه
Tidak sempurna iman salah seorang darimu sampai ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri

Mencintai sahabat seperti mencintai diri kita sendiri berarti memperlakukannya dengan sebaik-baiknya seperti layaknya kita ingin diperlakukan. Jangan sampai menyakiti dan mengakhiri persahabatan dengan kebencian. 

Carilah sahabat yang baik


Nabi menuntun umatnya untuk mencari sahabat yang baik dan sholeh karena sahabat akan banyak membawa pengaruh terhadap kepribadian, cara berpikir dan cara hidup kita. Orang yang bertakwa akan menuntun sahabatnya pada jalan kebaikan begitu pula sebaliknya. Dengan kata lain sahabat yang baik akan mengajak ke surga dan sahabat yang tidak baik akan membawa ke neraka.  Nabi bersabda:

المرا مع من احب
Seseorang itu bersama dengan orang yang dicintainya

Jika menoleh pada sejarah Islam kita akan menemukan berbagai kisah persahabatan indah Nabi dengan para sahabatnya yang setia dan bertakwa. 

Di antaranya adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang rela berkorban dengan segenap jiwa raganya demi perjuangan Nabi. Beliau menyerahkan seluruh harta bendanya tanpa mengharap pujian atau balasan. Nabi mengangkatnya sebagai orang kepercayaan nomor satu yang dijanjikan surga. Persahabatan beliau dengan Nabi akan terus abadi hingga di akhirat nanti. 

Al-Quran Sahabatku


Lalu bagaimana kiranya jika sahabat kita itu adalah Al-Quran?. 
Kitab suci yang menjadi panduan umat Islam hidup di dunia agar mendapatkan kebahagiaan hakiki. Ia adalah kalam Ilahi yang dibaca umat Islam di seluruh penjuru bumi baik oleh anak kecil maupun orang lanjut usia. 

Bersahabat dengan Al-Quran ini sangat unik, karena ia takkan pernah berkhianat apalagi menikam dari belakang. Justru ia akan selalu menuntun, menghibur, memberi ketenangan dan rasa bahagia yang tak tergambarkan.  

Mengapa tak tergambarkan? Karena bahagia yang diberikan bukan kepalsuan tapi bahagia yang berbekas di dasar hati hingga pembacanya bisa meneteskan air mata jika membacanya dengan khusyuk dan penuh penghayatan. 

Beberapa keuntungan bersahabat dengan Al-Quran

a. Menjadi sahabat setia selama kita hidup di dunia
Sahabat yang baik itu bukan sahabat yang menjerumuskan, justru ia akan selalu mengingatkan agar kita tidak keluar jalur dalam mencapai tujuan. Dalam kebimbangan ia akan menuntun ke arah yang benar. Dalam kesedihan ia akan menghibur dan menguatkan. Ia membawa kegembiraan dan harapan akan kasih sayang Tuhan yang besar. 

Selama di dunia Al-Quran tidak akan membiarkan pembacanya hina, ia akan mengangkatnya pada derajat tinggi dengan beragam kemuliaan. Al-Quran tidak akan rela jika pembacanya yang setia terbelenggu kesulitan hidup, ia akan menjadi jalan kemudahan baginya dengan berbagai-bagai cara yang kadang datang tak disangka-sangka. 

b. Menjadi sahabat dalam kubur
Membayangkan dalam kubur sendirian itu pasti menakutkan ya. Tapi itu akan terjadi. Saat tiba waktunya tiap orang akan mati dan layaknya dikuburkan. Tak ada orang tua, istri atau suami, anak, keluarga, teman dan rekan. Kita benar-benar sendiri. Mereka akan pergi sesaat setelah kita dikuburkan. 
Namun bagi orang yang semasa hidupnya mencintai Al-Quran sepenuh hati, Al-Quran itu akan datang menemaninya. 

Dalam satu hadits diriwayatkan bahwa Al-Quran itu akan menjelma menjadi seorang pemuda tampan. Ia akan menjadi pelita yang menerangi kubur sahabatnya hingga akhir zaman, menghalau kesempitan, menjauhkan azab kubur, membuat kuburnya luas dan nyaman sebagaimana rumah peristirahatan. 

c. Menjadi sahabat di akhirat
Di penghujung perjalanan manusia, di akhirat kelak Al-Quran datang sebagai pembela bagi sahabatnya. Ia akan menjadi saksi untuk memberatkan amal kebaikan di atas mizan. 

Di tengah ketakutan manusia yang maha dahsyat itu ia berdiri memberi ketenangan pada sahabatnya, bahkan tepat di momen itu puncak kemuliaan diberikan berupa mahkota, jubah dan tongkat kebesaran. Sahabat Al-Quran juga diperkenankan untuk memuliakan orang tuanya dengan memakaikan mahkota sebagaimana disabdakan oleh Nabi. 

Nikmat ini merupakan pertanda datangnya  nikmat-nikmat berikutnya yang jauh lebih besar. Yakni berkumpul bersama para nabi, syuhada, dan orang-orang sholeh di surga Na'im. 

Nabi bersabda:

اقرؤوالقران فانه ياتي يوم القيامة شفيعا لا صحابه
Bacalah Al-Quran karena kelak ia akan datang sebagai pembawa syafaat bagi sahabat-sahabatnya

So, mari bersahabat dengan Al-Quran......
Caranya? Dengan konsisten membaca, mempelajari bacaan yang benar beserta kandungannya, mengamalkan isinya dan menjadikannya pegangan hidup. InsyaAllah dengan niat yang tulus maka akan dimudahkan dan akan tercapai apa yang dijanjikan. 







 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sakit Adalah Nikmat Atau Musibah

  Sakit adalah hal manusiawi. Ia merupakan pertanda bahwa kita masih hidup dan mempunyai fisik.  Yang namanya sakit tak ada yang enak. Mau ...