Dalam artikel kali ini penulis akan mengupas tentang lanjutan tanasub al-ayat pada artikel sebelumya.
Pada dasarnya tanasub bukan hanya sekedar pembahasan satu bab ilmu Al-quran akan tetapi lebih jauh bisa menjadi metode untuk memperkuat hafalan Al-quran.
Hal ini sudah dibuktikan oleh penulis secara pribadi.
Dalam menghafal al-quran banyak tantangan yang harus dihadapi para penghafal Al-quran.
Karena pada prosesnya menghafal al-quran tak semudah yang dibayangkan.
Bukan hanya kesulitan- kesulitan saat menambah hafalan baru tapi ketika harus mengakumulasinya dengan hafalan-hafalan yang lama, menjaga hafalan-hafalan lama supaya tak tergerus oleh hafalan baru, lalu berusaha mensinergikan keduanya dalam kesatuan hafalan yang kuat.
Hal ini bukanlah hal mudah. Apalagi ketika masih banyak Lembaran-lembaran mushaf yang harus dihafalkan, itu artinya perjalanan menghafal masih panjang.
Menghafal al-quran itu perjuangan yang besar yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang punya komitmen besar untuk hidup dan mati bersama al-quran.
Tidak sedikit yang mengalami jatuh bangun ketika mengalami kesukaran-kesukaran yang panjang dalam menancapkan kalam Allah di hati dan otaknya secara bersamaan.
Ada yang lulus dan merampungkan hafalannya pada akhirnya. Tapi tak sedikit juga yang patah arang di tengah jalan sebelum sampai ke tujuan.
Karena itulah kali ini penulis ingin berbagi kiat melalui metode tanasub yang mempunyai kegunaan menjaga hafalan agar selalu kuat seperti yang didambakan.
Metode tanasub
Metode tanasub adalah metode menguatkan hafalan al-quran dengan cara mengaitkan makna ayat dengan ayat yang lain.
Penulis merangkum metode ini dalam sebuah buku bejudul "Metode Tanasub Cara Mudah Menguatkan Hafalan Al-quran".
Penemuan metode ini diawali dengan keresahan penulis yang mendambakan hafalan yang mutqin, namun terkendala oleh satu hal yang sangat krusial.
Yaitu lemahnya penulis dalam mengingat lembaran dan halaman mushaf Al-quran yang sudah dihafal. Padahal ini sangat penting bagi kekuatan hafalan.
Hal ini terjadi karena kesalahan yang dilakukan sejak pertama kali menghafal yaitu sering menggonta-ganti mushaf untuk pegangan menghafal.
Pada dasarnya menggonta-ganti mushaf pegangan itu sama sekali tidak dibolehkan.
Nah, hal ini dilakukan karena ketidaktahuan penulis akibat minimnya informasi dan tidak adanya bimbingan intensif dari seorang pembimbing.
Penulis hanya menyetorkan hafalan setiap setahun sekali pada pengasuh pesantren Nurul Huda Singosari saat mengikuti program pesantren kilat di bulan Ramadhan.
Dalam keresahan penulis beberapa kali mencoba mencari cara dan metode untuk mengatasi ketidaklancaran hafalan, di antaranya adalah dengan mencatat bagian ayat-ayat yang sukar dan sering lupa, mencatat ayat-ayat mutasyabihat (ayat-ayat yang memiliki kemiripan secara redaksi), mengulangi murajaah sebanyak dua kali yaitu yang pertama bil ghoib (tanpa melihat mushaf) dan yang kedua dengan bin nadzar (melihat mushaf) sebagai langkah cek dan ricek.
Namun penulis merasa bahwa metode-metode tersebut masih kurang efektif membantu.
Sampai akhirnya penulis menemukan metode tanasub sebagai solusi penunjang murajaah. Karena murajaah tetap jadi solusi utama untuk mendapatkan hafalan yang kuat sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Saw, para sahabat dan ulama salaf.
Penemuan ini dikuatkan oleh keterangan dari bapak dosen psikologi tempat penulis menempuh pendidikan S2, ia membeberkan bahwa otak manusia ternyata sangat responsif terhadap simbol.
Seorang pelajar bisa mempelajari sebuah buku yang tebal dan mengingatnya secara detail dengan mencatat bagian-bagian pentingnya saja.
Selain itu dalam teori smart brain yang saat ini berkembang dikatakan bahwa untuk memaksimalkan daya kerja otak sehingga bisa menghafal dan mengingat materi dengan mudah dan bertahan dalam jangka waktu yang lama adalah dengan menggunakan long term memory.
Tahukah teman-teman bagaimana konsep long term memory itu?
Ternyata konsep long term memory itu tidak jauh beda dengan konsep metode tanasub loh.
Nah, penasaran kan?
InsyaAllah konsep metode tanasub yang sesuai dengan konsep smart brain akan dikupas dalam artikel metode tanasub bagian kedua.
Jadi demikianlah sekelumit kisah yang sejatinya melatarbelakangi lahirnya metode tanasub.
Semoga tulisan ini menginspirasi teman-teman yang ingin menghafal Al-Qur'an atau memperoleh hafalan yang mutqin......
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar