Jumat, 13 November 2020

Hikmah Pandemi Covid 19 Dalam Islam




Pandemi oh pandemi, kapan dirimu berakhir?..... 

Mungkin ini keluhan banyak orang yang selama ini mengalami banyak kendala dalam kehidupan sehari-hari akibat pandemi. 

Ibu-ibu yang harus stand by mendampingi anaknya belajar online, dan akhirnya merasa stres karena ia harus mengerjakan tugas sekolah anaknya sedang pekerjaan rumah tangga menumpuk. Mana harus menyisihkan biaya tambahan untuk internet. 

Anak-anak yang biasanya belajar di sekolah, harus belajar daring setiap hari.  Tak bisa bermain dengan bebas bersama teman-temannya. Tak bisa leluasa jalan-jalan, piknik dan lain sebagainya. 

Santri yang tinggal di pesantren tak bisa lagi dijenguk orang tuanya. Harus menerima keterbatasan dalam pesantren tanpa leluasa keluar-masuk pesantren. Begitu pula para orang tua yang harus sabar tidak bertemu anaknya selama masa pandemi. 

Lapangan pekerjaan semakin sempit, pengangguran di mana-mana

Lebih jauh lagi, pandemi telah memukul perekonomian berbagai negara. Menyebabkan krisis kesehatan dan merenggut jutaan korban meninggal. 

Pandemi ini memang luar biasa. Membuat kita ternganga, terkejut karena datang tiba-tiba, tanpa disangka sebelumnya. 


Pandemi di masa Nabi


Pandemi ternyata bukan hal baru. Sejak masa lampau pandemi telah terjadi berulang-ulang meskipun dengan skala berbeda-beda. 

Pada masa Nabi Saw, wabah yang terjadi bernama Shirawayh dan terjadi di pusat pemerintahan Persia bernama Al-madain/ctesiphon. 

Sebelum dikenal konsep pencegahan penyebaran pandemi, Nabi sejak dulu telah mengajarkan konsep pencegahan penyebaran pandemi dan protokol kesehatan yang sama dengan protokol kesehatan era modern. 

Di antaranya Nabi memerintahkan sistem karantina atau isolasi terhadap orang yang sakit agar tak menular pada orang yang sehat. 

Beliau bersabda: 

 الطَّاعُونُ آيَةُ الرِّجْزِ ابْتَلَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ نَاسًا مِنْ عِبَادِهِ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَفِرُّوا مِنْهُ

Tha’un adalah suatu peringatan dari Allah azza wa jalla untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari (keluar) daripadanya. 

Di hadits lain beliau bersabda:

 لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ

Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat.

So, pandemi itu nyata ya. Bukan hoax. 

Kedisiplinan telah diajarkan oleh Nabi sebagai langkah mencegah penyebaran wabah. Semua komponen masyarakat harus disiplin dan mentaati aturan kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama.

Dari hadits tersebut kita menjadi tahu bahwa Nabi Saw sangat peduli terhadap masalah kesehatan.  Beliau tidak mengabaikan hal yang bisa membahayakan umat. Karena kesehatan adalah faktor penting penunjang kesejahteraan umat. 

Nah, kitapun sebagai umat beliau yang hidup di masa kini harusnya mencontoh kedisiplinan yang diajarkan oleh beliau. Jangan menjadi umat yang abai terhadap masalah kesehatan khususnya wabah. 

Justru kita harus menjadi umat pelopor yang mendukung gerakan penanggulangan pandemi saat ini, membantu tenaga kesehatan yang mempertaruhkan nyawa menyelamatkan korban pandemi. Setidaknya dengan disiplin protokol kesehatan. 

Allah berfirman dalam surat Al-imran ayat 110:

كنتم خير امة اخرجت للناس تامرون بالمعروف و تنهون عن المنكر وتؤمنون بالله

Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia, kamu memerintahkan kebaikan, mencegah kemungkaran dan beriman kepada Allah. 

Nah, ayat tersebut mengingatkan bahwa umat Islam harus menjadi umat terbaik dalam segala hal, dalam segala bidang.  Bukan umat yang abai dan tidak disiplin. 


Apa sih pandemi itu? 

Pandemi adalah wabah penyakit global atau wabah penyakit yang terjadi secara luas. 

Saat ini wabah terjadi akibat virus corona atau disebut virus covid-19 yang menyerang organ pernapasan manusia. Virus ini berasal dari kota Wuhan, Cina. 

Jutaan orang telah menjadi korban keganasannya. Hingga saat ini virus ini masih menjadi momok karena telah menelan banyak korban jiwa. 

Beberapa negara telah berusaha sekuat tenaga untuk mengembangkan vaksin dengan tujuan menekan laju penyebaran virus yang notabene belum ada obatnya. 

Tidak ketinggalan Indonesia dengan program pengembangan vaksin merah putihnya. 


Hikmah di balik pandemi

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya apa sih hikmah terjadinya pandemi ini? 

Berikut beberapa hikmah yang bisa kita petik dilihat dari kacamata Islam:

a. Sebagai tanda eksistensi/keberadaan Tuhan. 

Pada era ini berapa banyak orang yang tak percaya Tuhan? Sebaliknya mereka malah menuhankan sesama manusia yang dielu-elukan sebagai super idola. 

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دوُنِ اللّه ما لا يَضُرُّهم ولا يَنْفَعُهم

Dan mereka menyembah sesuatu selain Allah yang tidak bisa memberi mudharat dan tidak juga memberi manfaat. 

Wabah datang sebagai peringatan supaya manusia sadar bahwa di era yang serba canggih ini ternyata virus yang sangat kecil mampu memporak-porandakan pertahanan seluruh negara di dunia. 

Ia menginfeksi tiap orang tanpa pandang bulu, mulai dari orang top nomor satu, artis papan atas, konglomerat, milyuner hingga rakyat biasa. 

Jika Allah berkehendak, bisa jadi orang yang setiap hari berkecimpung dengan kotoran dan sampah ternyata kebal terhadap infeksi virus corona. Sedangkan orang yang ahli di bidang kesehatan dan selalu steril malah terjangkit virus ini hingga meninggal dunia. 

Jadi, apapun yang terjadi bukan suatu kebetulan. Tapi menjadi tanda adanya kehendak Tuhan. 

b. Sebagai pelajaran bahwa Allah Maha Perkasa dan paling luas ilmu-Nya

Sebagian besar umat manusia saat ini sangat sombong dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih yang mereka miliki. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat banyak orang menganggap  dapat melakukan segalanya, mendapatkan segalanya, mengalahkan apapun dan tidak tersentuh apapun. 

Sehingga meskipun mengaku  beragama tapi dalam kehidupannya tak lagi menjadikan Tuhan sebagai sandaran. Tak pernah beribadah dan sebaliknya melakukan segala kemaksiatan. 

 إنّه لا يحبّ المستكبرين

Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang sombong

Nah, pandemi seolah mengingatkan bahwa di atas seluruh yang berilmu ada Tuhan yang Maha luas dan hebat ilmu-Nya

وفوق كل ذي علم عليم

Dan di atas setiap yang berilmu ada Yang Maha berilmu

Dengan wabah ini Allah memperingatkan bahwa teknologi yang super canggih dan ilmu pengetahuan yang majupun suatu saat bisa kalah dengan virus kecil canggih berukuran nano. 

c. Sebagai tanda kekuasan Tuhan

Lihatlah bagaimana dampak pandemi kali ini.  Tercatat bahwa pernah lebih dari lima ribu orang di Amerika Serikat meninggal dalam 24 jam akibat virus corona. 

Jadi pelajarannya, jika Allah berkehendak, ia bisa membinasakan jutaan manusia dari berbagai belahan dunia dalam satu detik saja untuk digantikan oleh generasi berikutnya. Bisa jadi hal ini berfungsi sebagai penyeimbang populasi penduduk bumi yang semakin besar dan bumi yang semakin padat. Wallohu a'lam

Allah berfirman dalam surat Fathir ayat 16:

إن يّشأيُذهبكم ويأت بخلَقٍ جَديد   وماذلك على الله بعزيز

Jika Dia berkehendak maka Dia akan memusnahkanmu dan mengganti dengan makhluk yang baru. Dan tidaklah hal itu adalah sesuatu yang besar bagi Allah

Di dalam ayat An-nisa ayat 133:

إن يّشأيذهبكم أيها النّاس ويأت بأخرين  وكان اللّه على ذلك قديرا

Jika Dia berkehendak maka Dia akan memusnahkanmu wahai manusia dan mengganti dengan yang lain. Dan Allah Maha Kuasa atas hal itu. 

d. Agar manusia kembali memperbaiki kualitas iman dan ibadah

e. Melatih kesabaran

f. Belajar disiplin, menjaga kebersihan dan hidup sehat


Pandemi bukan azab

Pandemi bukanlah azab tapi pandemi merupakan musibah dan ujian. Berapa banyak umat Islam yang turut menjadi korban jiwa  dalam pandemi ini. Di antaranya adalah para ulama dan orang-orang sholeh di seluruh penjuru dunia. 

Allah berfirman dalam surat Al-anfal ayat 33:

وماكان اللّه ليعذّبهم وأنت فيهم  وما كان اللّه معذّبهم وهم يستغفرون

Allah tidak akan mengazab mereka sedang kamu ada di dalamnya, dan Allah tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampun

Namun sudah seharusnya pandemi ini dijadikan momen untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Selalu memohon perlindungan kepada-Nya agar selamat dari segala bahaya khususnya dari keganasan virus corona. 

Mari benahi mindset tentang virus corona...

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembacw





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sakit Adalah Nikmat Atau Musibah

  Sakit adalah hal manusiawi. Ia merupakan pertanda bahwa kita masih hidup dan mempunyai fisik.  Yang namanya sakit tak ada yang enak. Mau ...